Selasa, 27 Oktober 2015

HUKUM SHALAT SESEORANG YANG LEBIH BANYAK MENGINGAT PERKARA DUNIA

——————— ✧ ※❉※ ✧ ———————
📮 HUKUM SHALAT SESEORANG YANG LEBIH BANYAK MENGINGAT PERKARA DUNIA DALAM SHALATNYA▫
——————— ✧ ※❉※ ✧ ———————

📜 Pertanyaan : Seseorang melakukan shalat dalam bentuk yang sesuai, dia menyempurnakan rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, sunah-sunahnya, hanya saja dia lebih banyak mengingat perkara-perkara dunianya, kesibukan-kesibukannya, problem-problemnya, Apakah shalatnya sah ❓

🔊 Jawab : Shalatnya sah, akan tetapi semestinya dia berusaha menundukan jiwanya, sehingga ia bisa mengumpulkan antara hati dan shalatnya, dan bisa memutuskan pikiran-pikirannya, kegundahgulanaannya yang berkaitan dengan dunianya,

Karena kondisinya adalah kondisi yang harus bersungguh-sungguh,

Seorang mu'min dia senantiasa menundukan jiwanya ketika mulai masuk dalam shalatnya, dan bersemangat untuk memusatkan hatinya di atas kekhusyuan kepada Allah dan mengagungkannya, dan mengingat bahwasannya dia sedang berdiri di hadapan Allah yang maha agung, sehingga dia khusyu kepda Allah dan mengagungkan kehormatan keadaan ini (shalat),

Sehingga diapun bisa mengumpulkan hatinya diats rasa takut dan khusyu' pada-Nya, dan mengagungkan-Nya, dan bisa mentadaburi apa yang dia baca.

📖 Sumber : Fatawa Nur Ala Darb.

✒ [Abu Sai'dah Ayyub]

  ===============🇸🇦                                 
19- حكم صلاة من غلبه التفكير في أحوال الدنيا خارج الصلاة

س : إنسان يؤدي الصلاة على الوجه المطلوب ، فهو يتم أركانها وواجباتها ، ومسنوناتها ، إلا أنه يغلب عليه التفكير في أحوال الدنيا ، ومشاغلها ومشكلاتها فهل صلاته صحيحة   ؟

ج : الصلاة صحيحة : لكن ينبغي له أن يجاهد نفسه حتى يجمع قلبه على صلاته ، وحتى تنقطع عنه تلك الأفكار والهموم التي تتعلق بدنياه ، فالمقام مقام مجاهدة ، فالمؤمن يجاهد نفسه إذا دخل في الصلاة ، ويحرص على جمع قلبه على الخشوع بين يدي الله وتعظيمه ، ويتذكر أنه واقف بين يدي الله العظيم ، حتى يخشع له سبحانه ، وحتى يعظم حرمة المقام ، وحتى يجمع قلبه على خوفه وخشيته وتعظيمه ، ويتدبر ما يقرأ .

فتاوى نور على الدرب -

💻🌐Sumber || http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=1476&PageNo=1&BookID=5
💽📚Arsip WALIS || http://walis-net.blogspot.in/2015/10/hukum-shalat-seseorang-yang-lebih.html
*******
📝📚Faedah lain:
➩http://walis-net.blogspot.com atau
➩http://salafymedia.com/blog/category/al-istifadah/

✆ WA Al Istifadah ※ WALIS ✆
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧
الموقع الرسمي لمجموعة الاستفادة
🛅➠http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html

__________
📆🌕14 Muharram 1437H || 27 Oktober 2015M

APAKAH TAHIYATUL MASJID TERMASUK SHALAT RAWATIB

🔰🔊🌷💡 APAKAH TAHIYATUL MASJID TERMASUK SHALAT RAWATIB

✒📂 Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaiminرحمه الله

📬 Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh Muhammad, surat ini datang dari seorang pendengar Muhammad Ali Muhammad dari ad-Dawadim. Ia bertanya: Apakah sunnah yang dikerjakan sebelum shalat yaitu tahiyatul masjid termasuk dari nafilah? Dan apakah ia langsung mengerjakannya setelah shalat fajr (shubuh) apabila waktu sudah mepet dan belum sempat shalat sebelumnya? Berilah kami faedah!

🔓 Jawaban: Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Tahiyatul masjid bukanlah ratibah dan shalat-shalat rawatib bukanlah tahiyatul masjid. Hanya saja shalat rawatib sudah mencukupi dari shalat tahiyatul masjid sedangkan tahiyatul masjid belumlah mencukupi dari shalat ratibah. Maka shalat Zhuhur misalnya memiliki shalat ratibah sebelumnya empat raka’at yang dikerjakan dengan dua kali salam sudah mencukupi dari shalat tahiyatul masjid. Engkau tidak perlu lagi mengerjakan shalat tahiyatul masjid.

☝🏻 Sementara bila engkau hanya mengerjakan shalat tahiyatul masjid dua raka’at, maka itu belum mencukupimu dari shalat ratibah. Dan engkau tetap dituntut mengerjakan shalat ratibah. Demikian juga dengan shalat fajar (shubuh). Apabila engkau masuk masjid  setelah adzan kemudian mengerjakan shalat ratibah fajar dua raka’at, maka hal itu sudah mencukupimu dari mengerjakan shalat tahiyatul masjid.

✋🏻 Sedang bila engkau hanya mengerjakan shalat tahiyatul masjid, maka belum mencukupimu dari shalat ratibah. Oleh karena itu kita katakan: apabila engkau sudah menunaikan shalat ratibah, maka shalat tahiyatul masjid sudah gugur darimu. Namun bila engkau ingin mengerjakan keduanya, shalat tahiyatul masjid terlebih dahulu kemudian shalat ratibah berikutnya, maka tidak ada larangan bagimu dalam perkara ini.

📚 Sumber: Silsilah Fatawa Nurun ‘alad Darb> kaset no. 51

📝 Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

-----------
💻🌐 WSI √ http://forumsalafy.net/apakah-tahiyatul-masjid-termasuk-shalat-rawatib/

▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

Senin, 26 Oktober 2015

HUKUM TELEVISIBDAN NASEHAT YANG MASI MEMILIKI TELEVISI

➖NASEHAT➖➖➖
📺Hukum televisi dan nasehat bagi yang memiliki televisi📺

❓Tanya:
Ustadz apa hukumnya TV? Tolong nasehatkan kepada orang tua yang masih punya TV khususnya salafiyyun! Jazakumullahu khoiron

⭕Jawab:
💺Oleh Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah

✔Wa antum fajazakumullahu khoiron.

✋Ya saya nasehatkan janganlah menjadi orang suvi (suka tivi). Bagaimana tidak?

🔀Di dalam televisi itu terjadi banyak kemungkaran.
❌Ada musiknya,
❌nanti ada wanita yang tidak berhijab.

📰"Oh saya menonton beritanya"

❓Lha yang membaca berita siapa? Kan begitu. Ini dari sisi yang dilihat dan didengar.

🚦Belum dari sisi hal-hal yang sifatnya tidak dirasakan oleh orang yang menonton.

❓Dalam bentuk apa?
💭Menyusupkan pemikiran-pemikiran, nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat.

🔎Saya pernah melihat sebuah iklan besar, yang iklan itu mengiklankan tentang sebuah sinetron di salah satu stasiun televisi. Judulnya sinetron itu, yang saya ingat
🚫"Tuhan ada dimana-mana".

❓Coba?
💭Artinya melalui sinetron itu, ingin ditanamkan aqidah yang sesat. Ini diiklankan. Ini salah satu, dan sekian banyak mafasid, kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh televisi.

☝Maka kalau ada salafy yang seperti itu, ya segera bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, beristighfar, bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

📥🔊Download Audio disini
🌍http://www.thalabilmusyari.web.id/2015/10/hukum-televisi-dan-nasehat-bagi-yang.html

📚TIS | طلب العلم الشرعي

HUKUM MENIKAR UANG KERTAS DENGAN UANG LOGAM

🔥💴💰💡 HUKUM MENUKAR UANG KERTAS DENGAN UANG LOGAM

✒📁 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Bazرحمه الله

📬 Apa hukum menukar sepuluh uang real waraq (kertas) dengan sembilan uang real ma’din (logam) apabila dilakukan secara kontan di tempat?

🔓 Jawaban: Jamak dari para ‘ulama memandangnya tidak boleh karena masih dalam satu jenis mata uang yang sama – sama-sama real – hanya saja berbeda bahan produksinya. Satunya dari kertas sedangkan yang lainnya dari besi.

📂 Namun ada sebagian ‘ulama yang memandangnya boleh dikarenakan adanya perbedaan jenis. Dan yang lebih hati-hati adalah meninggalkannya berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam:

دع ما يريبك إلى ما لا يريبك

⚪ “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.”

Juga sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa salam:

من اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه

“Barang siapa yang menjaga diri dari perkara-perkara yang syubhat, sungguh ia telah memelihara kesucian agama dan kehormatannya.”

Semoga Allah memberikan  petunjuk kepada semuanya.

📚 Sumber: http://tiny.cc/binbaz

📝 Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

---------
💻🌐 WSI √ http://forumsalafy.net/hujum-menukar-uang-kertas-dengan-uang-logam/

▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

BAGUN DAN BANGKITLAH PEMUDA

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرّحمن الرّحيم
🌳🍯🎒
-------
BANGUN DAN BANGKITLAH PEMUDA
-------

🚦30, 29, 28 hitungan mundur traffic light di perempatan jalan Paris (Parang tritis). Dengan menurunkan kecepatan motor Fit S yang saya tunggangi bersama istri tercinta mendekati perempatan tersebut dan waktu saat itu menunjukkan pukul 21.30 WIB, saya berhenti disebelah kanan mobil sedan berwarna merah marun yang terlihat sangat elegan.

Secara reflek saya menoleh ke dalam mobil, ternyata pengemudinya adalah seorang pemuda yang usianya mungkin baru 22 atau 24 tahun. Dan disebelahnya seorang lelaki teman sebaya mengenakan celana pendek diatas lutut yang tengah sibuk dengan gadgetnya dengan mengangkat kaki dia sandarkan diatas dashbor mobil. Terdengar dari dalam mobil alunan musik dengan dentuman suara bass yang lembut.

✅ Lampu hijaupun menyala, mulai saya menarik gas dan belok kearah selatan menuju rumah kontrakan. Setelah melihat pemandangan tadi, tak hentinya hati ini bergumam:

"Aduhai mewahnya apa yang didapat pemuda tadi,

Aduhai mereka sangat menikmati masa muda mereka dengan kesenangan dunia mereka."

Kaula muda, yang pada saat ini identik dengan hidup bebas tanpa batas, meluapkan segala apa yang mereka inginkan.

Wahai Pemuda,,,

Kalian punya sensasi,, tenaga yang kuat, dan otak yang masih tajam,,

⛅Bangunlah,,,

Buka mata kalian,,,

Sebentar saja kalian tengok kakek-kakek yang berjalan dengan payahnya menuju masjid!

Apakah kalian akan menunggu masa yang seperti itu untuk meletakkan dahi-dahi kalian diatas bumi Allah bersujud, merendahkan diri dihadapanNya❓

Lalu apakah kalian punya jaminan memiliki umur yang panjang❓

✊💡Ambillah secerca cahaya itu,,

Berjalanlah dengan cahaya tadi,,

Jangan kau tengok kebelakang, karena dibelakangmu gelap lagi dingin!

❌Jangan sekali engkau coba membuka tirai pintu yang ada di kanan dan kirimu, tetaplah jalan lurus, karena jika engkau sekali membuka tirai itu, engkau tak akan bisa keluar dan kembali lagi ke jalanmu yang lurus, kecuali mereka yang dirahmati oleh Allah.

Bukalah Alquran, yang dengannya hati akan lunak

Pemuda,,
Gunakan semangatmu, tenagamu untuk membela, menegakkan agama Allah ini,,

Sebelum hilang tenagamu,
Sebelum tumpul pikiranmu,

Ingatlah ketikah Waraqah bin Naufal yang sudah tua berkata kepada Muhammad -صلى الله عليه وسلم- :

Kalaulah aku masih hidup (muda) ketika kaummu mengeluarkanmu (mengusirmu)

Kalaulah aku menjumpai masamu, pasti aku akan menolongmu dengan pertolongan yang besar."

✊🔥 Jadilah semangatmu seperti Waraqah bin Naufal!

Bela agamamu!

_______________________

📝 Ditulis oleh:
Abu Zain Iding

                 🌙⭐ -WBF- ⭐🌙

PENGENALAN DAKWAH SALAF BAGI PEMULA 37

*************
📜🌹 PENGENALAN DAKWAH SALAF BAGI PEMULA🚦
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰✔

📊 BAGIAN 3⃣7⃣

📈 BENARKAH DAKWAH SALAFIYAH ITU KERAS DAN EKSTRIM 📉

⭐ ASY SYAIKH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLOH

📄 Sajian penjelasan oleh beliau hafizhahulloh tentang rusaknya manhaj para tokoh ihya at turots rodja, spt Abdurrahman abdul Khaliq, Adnan Ar'ur,  Abdul hasan Al Ma'riby, Ali Hasan Abdul Hamid Al Halabi.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

↔ Kelanjutan jawaban Syaikh :

💥 “Dahulu Abdurrahman Abdul Khaliq adalah kawan dekatku, Abdurrahman Abdul Khaliq adalah kawan dekatku sampai kelulusan dari Universitas Islam (Madinah) pada tahun 1384 Hijriyah. Dikarenakan adanya beberapa sebab, dia pindah ke Kuwait. Ia dahulu berdakwah di jalan Allah, dan kami memotivasinya, sehingga kami sangat berbahagia dengan adanya semangat dakwah yang tumbuh dalam Manhaj Salafy.

💭 Setelah itu mulailah terjadi perubahan, perubahan, perubahan, lalu aku menuliskan kepadanya risalah-risalah nasehat yang lembut.

🔅Suatu waktu ia datang ke madinah dan ia singgah di Qiblatain (suara samar)…Saya menyambutnya untuk naik bersama dalam mobilku, kemudian kami mengunjungi Universitas Islam (Madinah) dan berkunjung pula ke rumahku.

🔖Aku selalu menasehatinya, dan masih terus berlanjut nasehatku tersebut kepadanya sampai berselang masa lebih kurang 12 (dua belas) tahun, Barakallahu Fiikum. Hingga kemudian sampailah tingkatan yang lebih dari cukup, dia mulai mencela Para Ulama dan melecehkannya, dan melakukan ini serta itu, saya lalu membantahnya.

^^^^^^^^^^

🔥 Setelah itu muncul Adnan Ar’ur, dia mengaku sebagai seorang Salafy, akan tetapi dia mencela Manhaj Salafiyyah. Dia mengatakan bahwa Manhaj Salafy tidak memiliki landasan kuat, dan Syaikh Ibnu Baz tidak mengajarkan prinsip landasan pokok. Sedangkan Sayyid Quthub dia mengajarkan Prinsip landasan pokok, dan dari berbagai kepalsuan serta kepalsuan (dia serukan).

📄 Mulailah saya membantah Sayyid Quthub, dan dahulu saya masih punya harapan terhadapnya sehingga aku hanya mencukupkan diri dengan beberapa bantahan dari kesalahan-kesalahannya, akan tetapi kesalahan-kesalahan itu telah sangat melampaui batas.

☝🏼Demi Allah, sebagian dari kesalahan-kesalahan itu ada yang aku membantahnya setelah melalui masa selama 20 (dua puluh) tahun, padahal aku jelas meyakini bahwa itu adalah kebathilan. Hanya saja saya menghendaki bukti-bukti yang mencukupi tentang itu.

➰ Setelah saya merasa cukup, maka saya segera membantahnya. Saya tuliskan bantahan-bantahan terhadapnya atas celaan-celaan dia terhadap Para Sahabatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam, kemudian Kitab ini dicetak dan tersebar.

🔹Setelah itu berangkatlah Adnan Ar’ur mendatangi As Syaikh Al Albany, dan menanyakan kepadanya perkara-perkara yang disebutkan tanpa rincian dalam kitab itu, …(suara samar).

💢 Adapaun Sayyid quthub dia telah mencela Rasulullah Musa Alaihis Shalatu Was Sallam, mencela Para Sahabat, terutama sekali adalah Utsman, Mu’awiyah, dan ‘Amr bin Al Ash. Bahkan dia mencela seluruh ummat ini serta mengkafirkannya. Mengingkari sebagian sifat Allah, mengucapkan tentang Ruh bersifat Azaliyah, ucapan semisal ucapan komunis, dan kesesatan-kesesatan yang tidak tahu mana awalnya dan mana pula akhirnya.

📓Semua itu saya terangkan didalam kitab ini, Kitab Adhwa’ Islamiyyah ‘Ala Aqidati Sayyid Quthub.

📌Dia kemudian berangkat membawa kitab ini lalu mendatangi Syaikh Al Albany, dia mempertanyakan kepada Syaikh Al Albany agar mendapatkan jawaban sesuai yang di inginkan oleh hawa nafsunya. As Syaikh Al Albany padahal belum meneliti kitab itu, aku sebutkan didalamnya celaan Sayyid Quthub terhadap Nabiyyullah Musa ‘Alaihis Salam, dan Ar’ur tidak menyebutkan perkara ini kepada Syaikh. Setelah itu aku sebutkan lagi celaan dia kepada para sahabat, terutama adalah Utsman Radhiyallahu ‘anhum.

🔥💥 Hancurlah prinsip-prinsip dasar islam di masanya, hancur pula Ruh Islam olehnya. Gerakan yang memusuhinya dari kelompok Sabaiyah ia kedepankan daripada Manhajnya  Radhiyallahu ‘anhu.-Barakallahu Fiikum-.

☁ Semua perkara-perkara ini tidaklah disebutkan dihadapan As Syaikh, dan hanya disebutkan secara global saja, sehingga Syaikh Al Albany menjawab dengan jawaban sesuai dengan yang diinginkan oleh hawa nafsu ar’ur.

💢 Justru kemudian dia menyebar luaskan kaset rekaman Al Albany dan melakukan suatu pergerakan yang lebih besar dibanding pergerakan yang sebelumnya.

🔖Saya masih bisa berusaha bersabar atas ulahnya, kemudian di tahun yang sama datanglah sebagian orang dalam satu rombongan yang mengunjungiku.

✌🏼Maka saya katakan, engkau haruslah meminta maaf, tapi dia justru mencari-cari celah untuk menghindar. Saya katakan lagi kepadanya, engkau harus meminta maaf, dan orang-orang yang hadir mengatakan kepadanya engkau harus meminta maaf. Maka diapun berjanji akan meminta maaf, Barakallahu fiikum, dia berjanji untuk meminta maaf…kemudian yang terjadi malah mengagetkan saya. Dia datang dengan membawa tiga kitab tandingan, kitab ini dan kitab itu yang semuanya berprinsip persis seperti kitabnya Sayyid Quthub, didalamnya terdapat pujian serta sanjungan terhadap Sayyid Quthub, inilah bentuk ‘permintaan maafnya’.

➰ Lihatlah, kenapa dia justru semakin bertambah parah –barakallahu fiik-, semakin bertambah parah lagi ketika dia menjadi pembicara dalam sebuah acara, ia berbicara tentang Jarh Wat Ta’dil bersama orang yang lainnya lagi. Saya tidak ingin menyebutkan nama-nama mereka, lalu mereka menyerangku seperti halnya sebuah kampanye.

🔺Maka aku pun memulai membantah mereka.

🔻Hal ini terjadi setelah berapa waktu ? ini terjadi setelah bertahun-tahun dengan kesabaran yang sangat panjang dan masa menunggu yang lama, Demi Allah saya tidak yakin bila ada yang bisa bersabar (atas mereka) dengan kesabaranku tersebut.

^^^^^^^^^^

💥 Setelah itu berlalu, muncul Abul Hasan sejak pertama kali, dalam majlis aku telah menemuinya…, dia membela Ahlul Bid’ah beserta tokoh utamanya yaitu Sayyid Quthub, dia juga membela Jama’ah tabligh, serta Ikhwanul Muslimin…(suara terputus)…, semua kerusakan-kerusakan ini aku hadapi dengan lemah lembut.

🔖 Aku mengirim kepadanya jawaban, Demi Allah aku melakukannya diam-diam dengan kerahasiaan antara diriku dengan dirinya melalui Faks dariku terkirim dalam faks nya, dan aku tidaklah memberitahukannya kepada seorangpun, Barakallahu Fiikum.

💢 Ternyata setelah itu ia masih terus menerus berkecimpung dalam berbagai kekacauan, fitnah, dan kasus sampai meninggalnya Para Masyayikh. Syaikh Ibnu Baz meninggal, Syaikh Ibnu Utsaimin meninggal, Syaikh Al Albany meninggal. Lalu dia memulai berbagai serangan, dan terang-terangan menampakkan kelompok yang tersendiri, mencela Salafiyyin dengan celaan yang menghinakan dan merendahkan, seperti ini dan itu.

🔅Justru ia memuji Ahlul Bathil-Barakallahu fiikum-, aku menulis dua nasehat sebagai peringatan bagi Abul hasan…, aku menuliskan nasehatku yang kedua dan itu terjadi antara diriku dan dirinya, malah kemudian dia menyepelekan nasehatku, ia bangkit berdiri dan mengumumkan permusuhannya denganku terang-terangan.

⭕ Lihatlah oleh kalian, apakah kalian memahaminya ? Kalian paham ini ? Hemmhhh, tidaklah ada seseorang yang mampu bersabar dengan kesabaran seperti ini, tidak ada pula seseorang yang mampu memutuskan dengan bijak seperti kebijakan ini.

☝🏼Demi Allah semua ini aku lakukan dalam rangka membela Manhaj Salafiyyah, dan dalam rangka mempersatukan kalimat. Akan tetapi mereka terjangkiti perpecahan dan kehancuran.

👇🏼Sudah, adapun sekarang Abul hasan sudah memiliki kelompok tersendiri di Madinah ini, memiliki kelompok sendiri di Yaman, memiliki kelompok sendiri di Libya, di Maroko, dan di berbagai tempat yang lainnya (Barakallahu Fiikum).

✂ Diatas manhajnya  yang rusak tersebut, aku telah membantah lebih kurang 20 akar penyimpangan dengan argumentasi ilmiyyah dan bukti yang jelas.
Dua puluh manhaj diantaranya adalah manhaj yang luas tak terbatas dan busuk. Dia menginginkan manhaj yang tak terbatas, sehingga Ahlus Sunnah dan seluruh umat ini berjalan diatasnya tanpa terbatasi.

▶ (misalnya) Kita membenarkan tapi jangan menjatuhkan, kita membenarkan tapi jangan Menyalahkan (Al Jarh)-Barakallahu Fiikum-. Berbagai kaedah yang dibuat-buat dalam rangka membantah Al Haq dan menghantam Manhaj Salafiyyah –Barakallahu Fiikum-. Maka aku membantah kaedah-kaedah rusak ini –Barakallahu fiikum-.

👉🏼 Namun demikian, amatlah menyedihkan apa yang terjadi, banyak manusia yang tertipu di berbagai pelosok. Padahal dahulu awal kalinya, di masa hidupnya Para Masyaikh (Ulama), Si Adnan bangkit di masa hidupnya Syaikh Ibnu Utsaimin, para ulama sudah  menggolongkannya termasuk Ahlul Bathil.

📎 Bangkit kemudian dua belas dari jajaran para ulama membantahnya, menjelaskan kesesatan dan penyimpangan-penyimpangannya, tapi justru dia jatuhkan semua para ulama tersebut, benar-benar ia telah menjatuhkannya.

💭 Kemudian setelah itu dia bergabung bersama-sama dengan Abul Hasan (Al Ma’riby) dan Ali Hasan Abdul Hamid (Al Halaby) di Syam. Mereka ini justru membela mati-matian, dan memastikan kesalafiyahannya sampai hari ini.

^^^^^^^^^^

🔥 Datanglah kemudian Abul Hasan (Al Ma’riby) dengan berbagai kaedah bathil dan kerusakan-kerusakan pemikiran serta kesesatan. dan didapatkan di Madinah, di Syam, dan berbagai tempat adanya orang-orang yang membela dan membantunya sampai hari ini.

☁ Setelah itu datang lagi Ali Hasan dengan wabah yang sangat parah, yang selalu datang membantu di setiap fitnah yang terjadi, ia datang dengan penyakit yang mewabah. Terkadang sampai kepada kalian perkara yang sampai kepadanya dan pasti akan sampai pada dirinya.(Barakallahu fiikum).

👉🏼 Sampai sekarang ini mereka menganggap bahwa mereka adalah Salafiyyin sedangkan kita adalah Mutasyaddidun (orang-orang ekstrim).

⚡ Mereka mengerjakan semua perbuatan ini yang tidak mungkin dilakukan kecuali hanya Ahlul Bidah saja yang mengerjakan berbagai kaedah palsu ini.

☝🏼 Demi Allah tidaklah ini dilakukan oleh Ahlul Bid’ah yang merasa dirinya juga sebagai Salafiyyun, tapi justru kita tertuduh Mutasyaddidun.

↔ Bersambung in syaa Allah ke bagian selanjutnya..........

==============

📱 Sumber diambil dari.: http://postinganwsi.wordpress.com

📊 BERSAMBUNG IN SYAA ALLAH KE BAGIAN 3⃣8⃣

📜✏ WA PECINTA AL-HAQ
➖➖〰〰〰〰〰➰✔

PENGENALAN DAKWAH SALAF BAGI PEMULA BAG 36

*************
📜🌹 PENGENALAN DAKWAH SALAF BAGI PEMULA🚦
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰✔

📊 BAGIAN 3⃣6⃣

📈 BENARKAH DAKWAH SALAFIYAH ITU KERAS DAN EKSTRIM 📉

⭐ ASY SYAIKH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLOH

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

🔅 Tunjukkanlah padaku satu bukti yang memperlihatkan bahwa Syaikh Ibnu Baz memerintahkan untuk ‘diam’ salah satu dari Ulama yang membantah ahlul bid’ah. Apakah beliau memerintahkah Syaikh Al Fauzan untuk diam ? Apakah beliau memerintahkan Syaikh At Tuwaijiry untuk diam ? Apakah beliau memerintahkan Rabi’ untuk diam? Apakah beliau memerintahkan Al Albani untuk diam? Tidak ada seorang Ulama pun yang melakukannya.

💫 Para Ulama mereka seluruhnya selalu mendukung dan membantu siapa saja yang menyuarakan kalimat Al Haq dan membantah Ahlul Bathil. Mereka datang bertanya kepada Syaikh Al Utsaimin :” Ini Syaikh Rabi’ dia mengatakan demikian dan demikian karena demikian”. Maka kemudian Syaikh menjelaskan keadaan yang mereka isyaratkan, kemudian Beliau membelaku berulang-ulang dan berkali-kali.

➰ Adapun setelah kepergian Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Al Utsaimin dan Syaikh Al Albani. Mereka melemparkan tuduhan bahwa kita adalah Mutasyaddidun (orang-orang yang keras).

☝🏼💭 Demi Allah, mereka telah berdusta. Demi Allah mereka berusaha menggunakan kesempatan setelah kepergian Para Ulama, dan menurut mereka ini adalah kesempatan. Kemudian mereka berusaha menyerobot Manhaj Salafy dan Salafiyyun, merobek-robek dan memecah belah Salafiyyun dengan berbagai kaedah, landasan dan manhaj, yang itu merupakan seburuk-buruk kaedah dan manhaj yang palsu.

💢 Mereka juga telah mencerai beraikan generasi Salafiyyin di seluruh dunia dengan mendoktrin mereka bahwa “Jama’ah ini adalah Jama’ah yang keras”.

❓❗Bagaimana ? Apakah kemudian Para Ulama tidak mengingkarinya ? Bagaimana mungkin, sedangkan telah jelas kita mengikrarkan sebagai orang yang bermanhaj Salaf dan sangat keras permusuhannya terhadap Ahlul bid’ah. Ataukah kita mau merendahkan dan mengendorkan dakwah salaf, kemudian kita mau mengikuti jejak ahlul bid’ah ? Ataukah mungkin kita katakan, bahwa kami ini adalah Salafiyyun tetapi kenyataannya kita menempuh jalannya Ahlul bid’ah yang membinasakan ?

📣 Maka berdakwahlah engkau di jalan Allah dengan Hujjah (Argumentasi yang berdasar) dan Burhan (Penjelasan yang berdasar). Mungkin di hadapanmu ada seorang Mubtadi’, Syiah Rafidhah, Shufi, penyembah kubur, maka dengan alasan apapun tetaplah engkau berdakwah dengan Hikmah dan Mauizhah Hasanah, berdakwahlah dengan Hujjah dan Burhan (dengan baik dan lemah lembut,pent).

🔖 Akan tetapi apabila engkau menulis buku tentang aqidahnya Syiah Rafidhah, maka sebutkanlah pada mereka terdapat kedustaan, kejahatannya serta sikap ekstrimnya mereka (ghuluw), dan jangan engkau tampakkan perkara-perkara ini (Sikap lembut kita pada mereka). Demikian pula terhadap Shufiyyah, sebutkanlah pada mereka terdapat kedustaan, kejahatan, serta ekstrimitas mereka (menyebutkan keburukannya), dan jangan engkau tampakkan perkara-perkara ini (sikap lembut kita pada mereka).
Apabila engkau sebutkan kedustaan mereka, pengkhianatan, dan kejahatannya, maka mereka akan katakan :”Ini terlalu keras”. Padahal orang-orang Shufi (pengikut sufiyah), ikhwani (pengikut ikhwanul muslimin), hizbi (pengikut sempalan lain), Tahriri (pengikut hizbut tahrir), mereka memiliki kepalsuan, kedustaan, penghianatan, dan kepentingan terselubung.

👉🏼 Ini semua telah Allah jelaskan…(rekaman terputus),…Si Fulan pendusta, si fulan demikian dan si fulan demikian. Demikianlah Barakallahu fiikum, oleh karenanya Terangkanlah.

📓 Ini terdapat Kitab-kitab Jarh Wat Ta’dil, ini terdapat pula Kitab-kitab Aqidah yang tidak mungkin kita akan bisa sejajar dengan mereka (Ulama penulisnya). Para Ulama itu telah mencapai kedudukan tinggi dalam Jihad melawan Ahlul Bid’ah dan Ahlus Syirik, dan Demi Allah kita sekarang sudah tidak mungkin lagi bisa mencapai seperti yang mereka lakukan, apa sebabnya ?
Sebabnya dikarenakan Para Ulama telah memperjuangkan orang-orang yang sedang tumbuh semangat dalam manhaj Salafy, dengan cara menjauhkan dari orang-orang yang menyerang Manhaj yang tegak ini, ataupun menjauhkan dari orang-orang yang mensifatkan Manhaj ini sebagai manhaj yang ‘keras’.

☝🏼 Maka kita memohon kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala agar menyatukan hati-hati kita. Dan saya nasehatkan  kepada generasi muda, sebagaimana saya memiliki puluhan nasehat bahkan ratusan nasehat yang saya tujukan kepada generasi muda Salafiyyin. Agar mereka saling mencintai sesama mereka dan saling menyambung hubungan persaudaraan. Semoga pula mereka berperilaku dengan Akhlaq yang mulia dalam muamalahnya Barakallahu fiikum. Juga mereka berperilaku yang mencerminkan kesabaran, akal sehat, dan hikmah.

💺 Dalam kajian-kajianku, ceramah-ceramah, serta hubungan telepon yang mereka menghubungiku via telepon dari berbagai penjuru negeri, Demi Allah aku memotivasi mereka untuk saling menjaga kerukunan.

🔖 Adapun orang-orang yang telah menjegal prinsip-prinsip dasar Manhaj ini, mereka telah mencerai-beraikan generasi muda Salafiyyin di seluruh penjuru bumi. Mulai dari ujung timur sampai ujung barat, telah mereka cerai-beraikan, kemudian ditanamkanlah aqidah-aqidah bathil padanya. Setelah itu mereka justru menuduh kita telah memecah belah umat.

☝🏼Demi Allah saya selalu menganjurkan generasi muda untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan. Sebagai buktinya ini ada kitab-kitab karya tulisku, adapula rekaman-rekaman kajianku, itupun sudah tertranskripkan, ini semua sebagai bukti bahwa saya telah berusaha menjaga kerukunan hubungan diantara generasi muda Salafiyyin.

〰 Mulai dari Aljazair, maroko, yaman, syam, palestina, dan berbagai tempat yang lain, saya selalu berusaha mendamaikan dan menjaga keutuhan salafiyyin, yaitu orang-orang yang sudah jelas bagiku bahwa mereka adalah salafiyyin. Saya selalu berusaha menyatukan Salafiyyin sesuai kemampuan yang bisa saya usahakan.

🔥 Adapun mereka ini (para penjegal dakwah salafiyyah), Demi Allah mereka telah memecah belah dan  mencerai-beraikan. Tidaklah ada suatu suara yang menyerukan untuk berpecah belah dan bercerai berai kecuali pasti mereka akan mendukung suara perusak tersebut.

✌🏼 Barakallahu fiikum, namun kita berlepas diri dari tuduhan-tuduhan dusta (yang dialamatkan kepada kita). Saya jelaskan kepada kalian semua, bahwa Hikmah dalam berdakwah adalah suatu keharusan, akan tetapi apabila…(suara samar),…terjadi pada orang-orang syiah rafidhah dan Ahlul Bid’ah, maka jelaskanlah keadaan mereka yang sebenarnya.

👋🏼 Jangan engkau menzhalimi mereka, jangan engkau tuduh mereka dengan tuduhan dusta, akan tetapi yang benar adalah engkau terangkan keadaan yang sesungguhnya.

==============

📱 Sumber diambil dari.: http://postinganwsi.wordpress.com

📊 BERSAMBUNG IN SYAA ALLAH KE BAGIAN 3⃣7⃣

📜✏ WA PECINTA AL-HAQ
➖➖〰〰〰〰〰➰✔